Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil hari ini, Jumat (17/7), di tengah ketidakpastian geopolitik di Selat Hormuz yang masih terus menghantui sentimen pasar.
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY ditutup naik 0,21%.
Sementara itu, reli harga minyak mentah terhenti, tetapi masih berada di level tertinggi pertengahan Juni.
Hingga pukul 11:47 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), terpantau naik 0,07% di level 100,77.

Harga minyak mentah jenis WTI sekarang ada di kisaran US$ 79,12 per barrel, turun 0,57$%. Sedangkan minyak mentah Brent ada di posisi US$ 85,01 per barrel, naik 0,19%.
Sejumlah analis mengatakan, penurunan pada hari Kamis kemarin mencerminkan pasar kehilangan momentum setelah harga mencapai titik tertinggi satu bulan di awal pekan ini dimana pelaku pasar sedang menyesuaikan posisi mereka
Sementara itu, gencatan senjata AS-Iran yang rapuh yang dicapai pada bulan Juni telah runtuh, mengganggu aliran energi melalui Selat Hormuz, yang menangani sekitar seperlima perdagangan minyak dan LNG global harian
Iran dilaporkan telah meminta Houthi Yaman untuk bersiap menutup jalur minyak Laut Merah jika AS menyerang infrastruktur listrik Iran, tiga sumber mengatakan kepada Reuters.
Pekan ini, Presiden AS Donald Trump berulang kali melontarkan ancaman untuk menyerang pembangkit listrik dan jembatan Iran.


Leave a Reply