Category: Analisa Fundamental
-

Timur Tengah Masih Memanas, Goldman Sachs Tetap Bullish Terhadap Emas
Perang Iran-AS/Israel masih membara, mendongkrak permintaan terhadap dolar AS dan harga minyak mentah dunia. Ini memicu spekulasi bahwa inflasi akan kembali meninggi yang akan memaksa The Fed untuk tidak menurunkan suku bunga, seperti yang sebelumnya diprediksi pasar sebelum pecah perang di Timur Tengah. Ini pula yang kemudian mendorong investor melepas aset emas, sambil menunggu dampak […]
-

BofA: EUR/USD Turun ke 1.1400 Sebelum Naik ke 1.2000 Setelah Konflik Berakhir
Analis Bank of America (BofA) memperkirakan euro akan melemah terhadap dolar AS, sebelum kembali menguat di akhir tahun. Hal ini karena ketegangan geopolitik dan gangguan di pasar energi menunda perubahan besar dari dominasi dolar. Analis BofA sekarang memperkirakan dolar AS akan tetap kuat hingga kuartal kedua. Perkiraan nilai tukar EUR/USD juga direvisi: menjadi 1.14 dalam […]
-

Apa Prediksi Bank-bank Besar Terhadap Harga Emas Pasca Perang Iran-AS/Israel?
Mayoritas analis dari bank investasi ternama sejauh ini masih tetap bersikap bullish (optimis) terhadap harga emas di pasar spot pasca pecahnya perang di Timur Tengah, meskipun terjadi volatilitas jangka pendek. Analis melihat konflik ini sebagai pemicu “revaluasi” nilai emas di tengah ketidakpastian geopolitik global. Berikut adalah rangkuman prediksi harga emas dari beberapa institusi finansial utama: […]
-

Kelvin Wong: Lonjakan Emas Dipicu Oleh Pernyataan Trump Terkait Kinerja Dolar AS
Reli emas di pasar spot berlanjut pada perdagangan, Rabu (28/1), dan sejauh ini masih mempertahankan posisi di atas 5200. Analis pasar senior OANDA Kelvin Wong menilai, penguatan emas sangat dipengaruhi korelasi tidak langsung dengan pelemahan dolar AS. Lonjakan harga emas dipicu pernyataan Presiden Donald Trump terkait dolar, yang memberi sinyal adanya konsensus luas di Gedung […]
-

Apa Kata Bank of America Tentang Data Tenaga Kerja AS Yang Akan Dirilis Jumat?
Bank of America (BofA) berpendapat bahwa ada sedikit perbaikan pada jumlah pekerjaan di bulan Desember dengan tingkat pengangguran yang lebih rendah. Hal ini dapat memperkuat alasan bagi The Fed untuk tidak mengubah kebijakan pada rapat/pertemuan bulan Januari 2026. BofA memperkirakan penambahan tenaga kerja non-pertanian (Non-farm Payroll/NFP) periode Desember sekitar +70K. Angka ini lebih tinggi dari […]
-

Apa Kata Analis Morgan Stanley & JP Morgan Tentang Outlook Dolar AS Tahun 2026?
Dari awal Januari 2025 hingga 24 Desember 2025, sejauh ini Indeks Dolar AS (DXY) mengalami penurunan 9,7%. Atau dengan kata lain, dolar AS mengalami tekanan di sepanjang tahun 2025. Berikut ini adalah pandangan analis Morgan Stanley dan JP Morgan tentang outlook dolar AS di tahun 2026. Morgan Stanley: Pola weak & rebound JP Morgan: Berlanjut […]
-

Bank of America: Perkiraan Pergerakan USD Jelang Rilis Notulen FOMC Desember
Analis Bank of America (BofA) mengatakan bahwa pergerakan dolar AS sedang memasuki rapat FOMC dalam kondisi lebih lemah setelah menghapus kenaikan pasca-October. Pasar kini sepenuhnya memperkirakan pemotongan suku bunga 25 basis poin. BofA memperkirakan dampak bagi USD akan kecil hingga sedikit positif, dengan asumsi bahwa pemotongan suku bunga bersifat hawkish. BofA mencatat bahwa perkiraan pasar […]
-

JP Morgan: USD/JPY Bisa Menjangkau 157–160, Waspadai Intervensi MoF Jepang
Analis JP Morgan mengatakan bahwa ada kemungkinan USD/JPY bisa menjangkau area 157-160. Namun, mereka menganggap area itu sebagai “zona berbahaya” yang bisa memancing intervensi Ministry of Finance (MoF) Jepang. Sementara itu, secara teknikal pada chart Daily, outlook USD/JPY masih positif dan berpeluang menguji breakout di atas 155,00. Hingga pukul 08:37 WIB, USD/JPY terpantau naik 0,12% […]
-

MUFG: Apa yang Akan Terjadi Setelah Aksi Profit Taking Emas Pekan Ini?
Seperti diketahui, emas terkoreksi tajam lebih dari 5% pada perdagangan Selasa (21/10), menyusul aksi profit taking dengan volume yang masif. Ini adalah penurunan harian yang terdalam sejak 2020 lalu. Analis MUFG (Mitsubishi UFJ Financial Group, Inc.) menilai bahwa penurunan tajam harga emas ini disebabkan oleh posisi perdagangan yang terlalu berlebihan dan melemahnya faktor pendukung utama. […]

