Indeks Dolar AS (DXY) terpantau terkoreksi di sesi Eropa hari ini, Rabu (22/7), setelah membukukan reli dalam 4 hari perdagangan beruntun Sejak Jumat pekan lalu.
Sementara itu, pasar terus mengamati perkembangan konflik AS-Iran. Laporan terbaru menyebutkan bahwa militer AS telah menyelesaikan gelombang serangan hari ke-11 berturut-turut terhadap Iran.
Sampai dengan jam 14:22 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya, tercatat turun 0,11% di level 101,08.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook DXY masih tetap positif. Akan tetapi, DXY membutuhkan pergerakan di atas 101,21 (July Opening Price) yang dapat membuka jalan untuk kembali mengejar level tertinggi 24 Juni (101,80).
Militer AS mengumumkan kemarin bahwa mereka telah menyelesaikan gelombang serangan hari ke-11 berturut-turut terhadap Iran.
Dalam pernyataannya, Komando Pusat AS (U.S. Central Command/CENTCOM) mengatakan, serangan terbaru menyasar sejumlah fasilitas militer Iran, termasuk pusat operasi militer, kemampuan maritim, hanggar pesawat, gudang penyimpanan drone, serta infrastruktur logistik militer.
Serangan militer tersebut menjadi bagian dari eskalasi konflik antara AS dan Iran yang dalam beberapa hari terakhir memicu kekhawatiran pasar terhadap keamanan jalur pelayaran internasional serta pasokan energi global.


Leave a Reply