Indeks Dolar AS Lanjut Koreksi; Harga Minyak Bergerak di atas US$85 per Barrel

Indeks Dolar AS (DXY) berlanjut terkoreksi di sesi Asia hari ini, setelah turun tipis 0,05% pada penutupan perdagangan kemarin.

Sementara itu, harga minyak terus bergerak naik, menyusul kian memanasnya konflik AS-Iran.

Presiden Trump mengancam bahwa ia akan menghancurkan jembatan atau pembangkit listrik Iran setiap kali Iran menembak kapal di Selat Hormuz

Sampai jam 13:20 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau turun 0,15% di level 100,99.

Harga minyak WTI sekarang berada di kisaran US$ 88,14 per barrel, naik 1,93%. Sedangkan, harga minyak Brent ada di posisi US$ 93,13 per barrel, naik 0,66%.

Informasi terbaru menyebutkan kemarin, Houthi yang bersekutu dengan Iran mengancam untuk memblokir ekspor minyak Saudi di Laut Merah. Ini menyoroti risiko baru terhadap pasokan minyak global dari konflik yang meningkat. Tiga kapal tanker yang bermuatan minyak Saudi untuk China dan India dikabarkan berbalik arah pada hari Selasa.

Analis pasar senior Phillip Nova, Priyanka Sachdeva, menjelaskan: “Harga minyak menghadapi risiko langka dari gangguan simultan di Bab el-Mandeb dan Selat Hormuz,”

“Premi geopolitik telah kembali, tetapi reli (harga) yang berkelanjutan akan membutuhkan bukti gangguan pengiriman yang berkepanjangan atau gangguan pasokan yang signifikan.”


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *