Indeks Dolar Mencoba Bangkit di Sesi Asia Setelah Merosot 0,58% Pasca FOMC

Indeks Dolar AS (DXY) mencoba bangkit dan bertahan menguat di sesi Asia hari ini, Kamis (30/7). Tapi range-nya masih terbatas, setelah merosot tajam 0,58% pada penutupan perdagangan pasca FOMC.

Sementara itu, konflik AS-Iran masih terus dipantau pelaku pasar, menyusul berita terbaru yang menyebutkan bahwa AS kembali melancarkan serangan ke Iran pada Rabu (29/7) waktu setempat.

Sampai dengan jam 12:27 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD versus sejumlah mata uang utama lainnya, terpantau naik 0,10% di level 100,90.

Hasil rapat FOMC dini hari tadi (WIB) menunjukkan bahwa The Fed tetap menahan suku bunga di level 3,50%–3,75%, sesuai perkiraan pasar secara luas.

Ketua The Fed, Kevin Warsh, dalam konferensi pers The Fed setelah pengumuman risalah FOMC, dinilai pasar dinilai kurang berkomitmen, walaupun menyatakan ketidakpuasannya terhadap inflasi.

Ia juga menekankan bahwa The Fed masih akan perlu melihat kumpulan data yang lebih luas daripada sekadar indikator tertentu saja. Pasar menangkap sinyal ini sebagai indikasi bahwa The Fed masih ragu untuk mengeksekusi kenaikan suku bunga di bulan September.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *