Indeks Dolar AS (DXY) mencoba untuk bangkit meski masih dengan rentang yang terbatas hari ini, Jumat (31/7), setelah merosot tajam 0,83% pada penutupan perdagangan kemarin.
Sementara itu, harga minyak bergerak turun meski di tengah ketegangan konflik AS-Iran. Ini lantaran ketegangan tersebut diimbangi dengan peningkatan aliran di Selat Hormuz.
Hingga pukul 14:37 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD versus sejumlah mata uang utama lainnya terpantau naik 0,22% di level 100,18.

Pada saat bersamaan, harga minyak mentah WTI berada di posisi US$ 82,51 per barrel, turun 1,69%. Sedangkan, harga minyak Brent ada di posisi US$ 86,11 per barrel, turun 1,07%.
DXY merosot tajam kemarin, menyusul rilis data GDP AS kwartal kedua (preliminary) dan Core PCE Price Index AS yang turun di bawah konsensus.
Aksi jual terhadap USD kemudian terjadi setelah rilis data AS tersebut, karena pelaku pasar berekspektasi bahwa The Fed belum tentu akan menaikkan suku bunga di bulan September tahun ini.


Leave a Reply