Indeks Dolar AS (DXY) bergerak stabil di sesi Asia hari ini, Jumat (7/8), menjelang data tenaga kerja yang akan dirilis jam 19:30 WIB.
Adapun pada perdagangan Kamis (6/7), DXY ditutup naik 0,28%.
Hingga pukul 13:07 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), terpantau turun tipis 0,01% di level 99,95.

Investor sedang menantikan data tenaga kerja AS yang akan dirilis malam ini (WIB). Data tersebut diperkirakan berdampak tinggi mempengaruhi sentimen pasar.
Ekonom independen memperkirakan Non-farm Payroll (NFP) AS pada periode Juli akan menunjukkan angka penambahan tenaga kerja (sektor non pertanian) sebanyak 85K, lebih tinggi dari periode bulan sebelumnya 57K.
Sementara, tingkat pengangguran (Unemployment Rate) di bulan Juli akan menunjukkan angka 4,2%, masih sama seperti bulan sebelumnya.
Para pelaku pasar akan mencermati laporan nonfarm payrolls (NFP) hari ini, karena laporan tersebut dapat menentukan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada bulan September dengan probabilitas di atas atau di bawah 50%.
Kontrak berjangka fed funds baru-baru ini menurunkan ekspektasi mengenai dua kali kenaikan suku bunga hingga bulan Desember, dengan probabilitas kenaikan pada bulan September tercatat sebesar 54,6% pada penutupan perdagangan Kamis (6/8).
Jika data NFP menunjukkan angka di bawah ekspektasi, hal ini dapat menurunkan probabilitas tersebut dan menekan dolar AS, yang saat ini sudah berada di dekat beberapa level support penting.
Sementara, harapan akan tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran sejauh ini telah mendorong penurunan harga minyak mentah sekitar 20% dalam dua minggu terakhir, yang pada gilirannya menyeret DXY ke level terendah enam minggu, karena turunnya harga energi akan meredam ekspektasi inflasi.


Leave a Reply