Indeks Dolar AS (DXY) melemah di sesi Asia hari ini, Jumat (14/8), dengan rentang yang masih terbatas.
Secara keseluruhan dalam hampir 2 pekan terakhir, DXY cenderung bergerak sideways di tengah ketidakpastian konflik AS-Iran yang belum mencapai kesepakatan damai.
Hingga pukul 13:27 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau turun 0,10% di level 99,85.

Berita terbaru terkait konflik AS-Iran menyebutkan bahwa AS mengancam akan terus mempertahankan blokade laut terhadap Iran tanpa batas waktu, guna memperbesar tekanan ekonomi terhadap Teheran di tengah mandeknya pembicaraan gencatan senjata yang meningkatkan risiko terhadap pasokan energi global.
Presiden AS Donald Trump sebelumnya berulang kali menyatakan AS memiliki kendali penuh atas Selat Hormuz. Namun, Iran menegaskan selat itu tetap diblokade dan baru akan dibuka kembali jika tuntutan Teheran dipenuhi.
Sementara itu, Badan Energi Internasional (IEA) pada Rabu (12/8) memperkirakan pasokan minyak dunia akan turun 4,3 juta barel per hari atau sekitar 4% sepanjang tahun ini.
Proyeksi tersebut lebih besar dibandingkan perkiraan sebulan sebelumnya yang memperkirakan penurunan 3,7 juta barel per hari.
Harga minyak pada Kamis (13/8) memang turun lebih dari 2% setelah menguat selama sepekan. Ini karena investor mencermati tanda-tanda pelemahan permintaan global serta lonjakan persediaan minyak mentah AS.

Leave a Reply