Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil di sesi Asia hari ini, Jumat (28/8), setelah ditutup stagnan pada perdagangan kemarin.
Sementara itu, kekhawatiran pasar terhadap inflasi AS kembali mencuat menjelang pidato ketua The Fed Kevin Warsh di simposium Jackson Hole.
Hingga pukul 13:09 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau naik 0,06% di level 99,18.

Dua pejabat The Fed mengungkapkan bahwa inflasi atau tekanan harga masih terlalu tinggi sehingga ruang untuk penurunan suku bunga semakin terbatas. Ini kembali membuka opsi kenaikan suku bunga.
Presiden Federal Reserve Bank of Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan kebijakan suku bunga The Fed saat ini belum cukup menekan aktivitas ekonomi untuk meredam inflasi atau sulit turun menuju target 2%.
Senada dengan Jeffrey Schimd, Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, mengatakan bahwa inflasi masih menjadi risiko utama bagi perekonomian AS. Ia menilai masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan tekanan harga kembali meningkat.
Goolsbee menyoroti kenaikan biaya energi akibat perang di Iran serta perubahan kebijakan tarif pemerintahan Donald Trump yang dinilai dapat kembali menekan harga di tingkat rumah tangga.
Perhatian pasar kini tertuju pada pidato ketua The Fed Kevin Warsh dalam simposium Jackson Hole pada Jumat (28/8). Pelaku pasar berharap Warsh memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan moneter The Fed ke depan.
Namun, ekspektasi tersebut sepertinya tidak terlalu tinggi. Ini karena Warsh dikenal enggan memberikan panduan tegas mengenai arah kebijakan suku bunga, termasuk terkait keputusan kebijakan moneter pada pertemuan September mendatang.

Leave a Reply