Indeks Dolar AS (DXY) menguat dengan range yang masih terbatas di sesi Asia hari ini, Senin (7/9), di tengah meningkatnya ekspektasi kenaikan suku bunga bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed).
Hingga pukul 10:02 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau naik 0,04% di level 99,19.

Ketegangan di Timur Tengah memicu kekhawatiran tekanan inflasi yang lebih luas dan berpotensi mendorong bank sentral global memperketat kebijakan moneter secara bersamaan.
Pelaku pasar kini memperkirakan peluang sekitar 57% The Fed menaikkan suku bunga pada September setelah rilis data nonfarm payrolls.
Kini, perhatian investor tertuju pada data inflasi AS yang akan dirilis Jumat.
Elias Haddad, Global Head of Markets Strategy BBH mengatakan, data inflasi akan menjadi penentu penting bagi arah dolar AS.
“Data CPI yang tinggi hampir pasti akan memastikan kenaikan suku bunga pada September dan menopang dolar AS. Sebaliknya, data yang lebih rendah akan memperkuat alasan untuk mempertahankan suku bunga dan membuat dolar AS rentan terhadap perubahan ekspektasi ke arah kebijakan The Fed yang lebih dovish,” ujarnya.

Leave a Reply