Indeks Dolar AS (DXY) kembali tertekan di sesi Asia hari ini, Kamis (10/9), setelah ditutup turun tipis 0,05% pada perdagangan kemarin.
Sementara itu, harga minyak Brent menembus level US$100 per barrel, di tengah kekhawatiran pasar terhadap konflik AS-Iran yang terus memanas.
Hingga pukul 10:16 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau turun 0,03% di level 98,75.

Di saat bersamaan, harga minyak jenis Brent ada di posisi US$100,87 per barrel. Sedangkan, harga minyak WTI berada di kisaran level US$96,01.
Pasar kembali mencemaskan gangguan pasokan setelah Iran dan AS melancarkan serangan terbesar sejak konflik kedua negara berlangsung sekitar enam bulan.
Serangan tersebut meningkatkan kekhawatiran pasar bahwa gangguan terhadap arus minyak dari kawasan Teluk Persia akan berlangsung lebih lama.
Kenaikan harga minyak menjadi perhatian bagi perekonomian global karena dapat meningkatkan biaya transportasi dan produksi, sekaligus memperbesar tekanan inflasi di berbagai negara.
Bagi negara-negara importir energi, lonjakan harga minyak juga dapat meningkatkan biaya impor dan menekan daya beli masyarakat apabila kenaikan harga bahan bakar diteruskan ke konsumen.

Leave a Reply