Rupiah Spot Menguat 0,26% ke Rp 16.708 per Dolar AS; IHSG Naik 0,53% ke Level 8.406

Rupiah akhirnya bisa tampil cukup cerah pada perdagangan Rabu (19/11), setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk menahan suku bunga acuan di level 4.75%.

BI juga menetapkan suku bunga Deposit Facility sebesar 3,75%, dan suku bunga Lending Facility sebesar 5,50%.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 0,26% atau 43 poin ke posisi Rp 16.708 per dolar AS.

Hingga pukul 15:30 WIB, rupiah menguat bersama ringgit Malaysia 0,37%, 0,26%, rupee India 0,11% dan peso Filipina 0,11%.

Di sisi lain, won Korea Selatan tercatat melemah 0,40%, disusul dolar Singapura (-0,11%), yen Jepang (-0,10%) dan dolar Taiwan (-0,08%).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bangkit dari pelemahan sehari sebelumnya, seiring aksi beli investor asing yang membukukan net buy senilai sekitar Rp 1,67 triliun di seluruh pasar.

IHSG naik 0,53% atau 44,65 poin ke level 8.406,57 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 43,12 miliar saham dengan total nilai Rp 28,57 triliun. Sebanyak 335 saham menguat, 285 melemah dan 191 saham stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SMGR) 6,69%
2. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) 6,54%
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) 4,26%

Top losers LQ45:

1. PT Ciputra Development Tbk (CTRA) -2,82%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -2,23%
3. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) -2%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *