Rupiah kembali tidak bertenaga pada perdagangan Selasa (23/12). Pergerakannya berbanding terbalik dengan mayoritas mata uang Asia lainnya yang terapresiasi di hadapan dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,06% atau 10 poin ke posisi Rp 16.787 per dolar AS.
Hingga pukul 15:00 WIB sore tadi, yen Jepang tercatat menguat 0,67%. Berikutnya, ringgit Malaysia 0,35%, dolar Singapura 0,18% dan yuan China 0,12%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal melanjutkan penguatan kemarin, meskipun investor asing membukukan net buy yang mencapai Rp 245 miliar di seluruh pasar.
IHSG tergelincir 0,71% atau 61,06 poin ke level 8.584,78 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini tercatat 40,88 miliar saham dengan total nilai Rp 24,21 triliun. Sebanyak 373 saham melemah, 275 menguat dan 157 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 12,39%
2. PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL) 6,10%
3. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) 3,70%
Top losers LQ45:
1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) -4,78%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -4,65%
3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -3,55%


Leave a Reply