Indeks Dolar AS (DXY) terpantau melemah tipis dengan rentang yang terbatas di sesi Eropa hari ini, Rabu (14/1).
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY rebound 0,29% di tengah meningkatnya tensi geopolitik setelah AS menyatakan akan menguasai Greenland dengan “segala cara”.
Pasar juga terus mengikuti perkembangan demonstrasi yang semakin marak di Iran. Investor khawatir gejolak di negara itu dapat memicu kenaikan harga minyak.
Hingga pukul 15:31 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), tercatat turun tipis 0,03% di level 99,14.

Secara teknikal, bias Daily DXY sekarang cenderung positif, selama berkonsolidasi di atas kurva MA-50. Kondisi teknikal ini membuka jalan untuk mengincar level psikologis 100,00.
Sementara itu, pemimpin dari banyak bank sentral utama dunia mengeluarkan pernyataan bersama untuk mendukung ketua Federal Reserve Jerome Powell, setelah pemerintahan Donald Trump Trump mengancam Powell dengan dakwaan pidana.
Seperti diketahui, Powell berada di pusat penyelidikan kriminal pemerintahan Amerika Serikat (AS) tentang renovasi kantor pusat Fed, yang ia sebut sebagai “dalih” untuk mendapatkan pengaruh Presiden Trump atas suku bunga.
Para pimpinan European Central Bank (ECB), Bank of England (BoE), Bank of Canada (BoC), dan delapan bank sentral lainnya mengatakan, Powell telah bertindak dengan integritas dan bahwa independensi bank sentral sangat penting untuk menjaga stabilitas harga dan pasar finansial.

Leave a Reply