Indeks Dolar AS Tertekan Tensi Geopolitik & Ancaman Perang Dagang

Indeks Dolar AS (DXY) tertekan di awal pekan, Senin (19/1) setelah pemerintahan Trump mengumumkan tarif baru terhadap negara-negara Eropa yang menentang kendali AS atas Greenland.

Hingga pukul 12:45 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), terpantau turun 0,22% di level 99,15.

Secara teknikal, sementara ini bias DXY masih tetap positif pada chart Daily. Namun, jika kurva MA-50 gagal bertahan sebagai support dinamis, ini dapat menjadi indikasi bahwa pelemahan dolar AS masih akan berlanjut.

Pada Sabtu (17/1) lalu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa dia akan mengenakan tarif 10% pada barang-barang dari delapan negara Eropa mulai 1 Februari karena penentangan mereka terhadap kendali AS atas Greenland.

Seperti dikutip Tradingeconomics hari ini, tarif tersebut dapat naik menjadi 25% pada 1 Juni jika tidak tercapai kesepakatan tentang akuisisi Greenland secara lengkap dan total. Pengumuman tersebut memicu kekhawatiran di seluruh Eropa. 

Para pemimpin Eropa diperkirakan akan mengadakan pertemuan darurat dalam beberapa hari mendatang untuk membahas kemungkinan tindakan balasan, termasuk pengenaan bea masuk pada barang-barang AS senilai € 93 miliar. 


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *