Rupiah Spot Menguat 0,23% ke Rp 16.782 per Dolar AS; IHSG Naik 0,27% ke 8.975

Rupiah tampil cukup bertenaga pada perdagangan di awal pekan, Senin (26/1), didukung langkah Bank Indonesia (BI) yang melakukan intervensi untuk menstabilkan rupiah.

Intervensi itu dilakukan dalam jumlah besar melalui pasar offshore NDF, domestic non-delivery forward (DNDF), serta pasar spot. 

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 0,23% atau 38 poin ke posisi Rp 16.782 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB sore tadi, mayoritas mata uang Asia menguat. Won Korea Selatan tercatat melonjak 1,46%. Disusul, yen Jepang 0,92%, ringgit Malaysia 0,86% dan dolar Taiwan 0,24%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau seiring aksi beli investor asing yang membukukan net buy senilai sekitar Rp 24 miliar di seluruh pasar.

IHSG naik 0,27% atau 24,32 poin ke level 8.975,33 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 56,36 miliar saham dengan total nilai Rp 36,01 triliun. Sebanyak 428 saham melemah, 267 menguat dan 110 saham stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 10,96%
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 9,03%
3. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) 5,84%

Top losers LQ45:

1. Bumi Resources Tbk (BUMI) -7,78%
2. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) -5,30%
3. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) -4,44%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *