Indeks Dolar AS Terkoreksi di Sesi Eropa Setelah Naik 2 Hari Berturut-turut

Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi di sesi Eropa hari ini, Jumat (6/2), setelah membukukan kenaikan selama 2 hari berturut-turut.

Secara mingguan, DXY sejauh ini masih bertahan menguat sekitar 0,71%, setelah Presiden Donald Trump pekan lalu mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya.

Hingga pukul 14:56 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), terpantau turun 0,11% di level 97,84.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook DXY masih cenderung negatif. Penguatan dolar AS dalam 7 hari perdagangan terakhir juga sekaligus dibayangi aksi jual dolar. Kecuali apabila DXY mampu naik menembus kurva MA-50.

Seperti diketahui, pekan lalu Presiden AS Donald Trump mencalonkan Kevin Warsh sebagai Ketua Federal Reserve berikutnya untuk menggantikan Jerome Powell yang masa jabatannya akhir berakhir pada Mei mendatang.

Pasar menilai Warsh cenderung tidak agresif mendorong pemangkasan suku bunga, sehingga meredakan kekhawatiran terkait independensi bank sentral AS. Hal ini yang kemudian turut mendukung kinerja USD sejak Senin (2/2).


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *