Rupiah berlanjut lesu pada perdagangan Selasa (3/3), sejalan dengan mayoritas mata uang di kawasan Asia.
Pengamat domestik mengatakan, pergerakan rupiah dan mata uang Asia masih dipengaruhi sentimen perang di Timur Tengah.
Terlebih setelah media Iran melaporkan bahwa Selat Hormuz ditutup. Pejabat senior Garda Revolusi Iran juga memperingatkan akan menembak kapal mana pun yang mencoba melewatinya.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup melemah tipis 0,02% atau 4 poin ke level Rp 16.872 per dolar AS.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berlanjut melemah. Padahal, investor asing membukukan net buy yang mencapai Rp 3 triliun di seluruh pasar.
IHSG turun 0,96% atau 77,06 poin atau 0,96% ke level 7.939,76 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume transaksi di BEI hari ini mencapai 47,17 miliar saham dengan nilai transaksi Rp 29,88 triliun. Sebanyak 347 melemah, 343 menguat dan 128 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) 6,82%
- PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) 6,38%
- PT Bukit Asam Tbk (PTBA) 6,18%
Top losers LQ45 :
- PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) -7,56%
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -7,11%
- PT Amman Minerals Internasional Tbk (AMMN) -6,51%


Leave a Reply