Rupiah Spot Melemah 0,14% ke Rp 16.949 per Dolar AS; IHSG Lengser 3,27% ke 7.337

Kinerja negatif rupiah berlanjut di awal pekan, Senin (9/3), sejalan dengan pergerakan mata uang Asia yang kompak melemah di hadapan dolar AS.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,14% atau 24 poin ke level Rp 16.949 per dolar AS.

Hingga pukul 15:05 WIB, Peso Filipina tercatat merosot 0,81%. Disusul dolar Taiwan (-0,66%), rupee India (-0,58%), baht Thailand (-0,56%), won Korea Selatan (-0,52%), ringgit Malaysia (-0,42%), yen Jepang (-0,38%), dolar Singapura (-0,21%) dan yuan China (-0,15%).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga merosot tajam. Padahal, investor asing membukukan net buy yang mencapai Rp 1,1 triliun di seluruh pasar.

IHSG lengser 248,31 poin atau 3,27% ke level 7.337,36 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 46,39 miliar saham dengan total nilai Rp 23,48 triliun.

Sebanyak 708 saham melemah. Hanya 68 saham yang menguat. Sisanya, 41 saham terpantau stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Indo Tambangraya Megah Tbk (ITMG) (4,91%)
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (1,46%)
3. PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) (0,47%)

Top losers LQ45:

1. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) (-13,50%)
2. PT Merdeka Battery Materials Tbk (MBMA) (-7,69%)
3. PT Japfa Comfeed Indonesia Tbk (JPFA) (-7,66%)


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *