DXY Stabil, Pasar Menanti Data Inflasi AS di Tengah Tingginya Ketidakpastian

Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil di sesi Eropa hari ini, Rabu (10/3), di tengah tingginya ketidakpastian akibat perang Iran vs AS-Israel yang belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi.

Meski konflik di Timur Tengah tetap menjadi headline utama, investor juga menantikan data inflasi AS yang akan dirilis jam 19:30 WIB malam nanti.

Hingga pukul 16:25 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik 0,11% di level 99,02.

Outlook jangka pendek DXY masih positif. Akan tetapi sejauh ini, level 99,49 masih membatasi kenaikan DXY.

Sementara itu, harga minyak mentah dunia kembali turun di bawah level US$100 dolar per barel. Ini setelah International Energy Agency (ICE) mengusulkan pelepasan cadangan minyak untuk menurunkan harga minyak.

“Berita tentang pelepasan cadangan strategis disambut pasar karena dalam kasus konflik singkat, tersedia cukup minyak untuk menghindari rasionalisasi atau dampak ekonomi,” ujar Frank Benzimra, analis saham Asia dan multi-aset di Societe Generale.

Namun, investor sangat waspada untuk mengantisipasi kemungkinan yang terburuk. Sehingga, banyak pengamat yang mengatakan bahwa harga minyak masih mungkin untuk kembali naik di atas level US$100 dolar per barel apabila perang di Timur Tengah masih belum menunjukkan tanda-tanda de-eskalasi.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *