Apa Prediksi Bank-bank Besar Terhadap Harga Emas Pasca Perang Iran-AS/Israel?

Mayoritas analis dari bank investasi ternama sejauh ini masih tetap bersikap bullish (optimis) terhadap harga emas di pasar spot pasca pecahnya perang di Timur Tengah, meskipun terjadi volatilitas jangka pendek. Analis melihat konflik ini sebagai pemicu “revaluasi” nilai emas di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Berikut adalah rangkuman prediksi harga emas dari beberapa institusi finansial utama:

  • J.P. Morgan: Memprediksi harga emas akan mencapai $6.300 per ons pada akhir tahun 2026. Mereka menyebut kenaikan ini bukan sekadar gelembung spekulatif, melainkan “rebasing higher” (penetapan basis harga baru yang lebih tinggi) karena diversifikasi cadangan devisa bank sentral dan investor ke emas.
  • Deutsche Bank: Menetapkan target harga akhir tahun di level $6.000 per ons.
  • UBS (Union Bank of Switzerland): Memperkirakan emas akan melonjak hingga $6.200 per ons pada akhir 2026, didorong oleh risiko geopolitik yang belum mereda dan ekspektasi penurunan suku bunga Fed.
  • BNP Paribas: Melakukan revisi naik yang agresif sebesar 27% ke angka $5.620 per ons, dengan potensi mencapai $6.250 di penghujung tahun 2026.
  • Goldman Sachs: Menargetkan harga di level $5.400 per ons hingga akhir 2026, didukung oleh arus masuk (inflow) ke ETF dan permintaan tinggi untuk emas fisik dari investor kaya.
  • Citigroup: Memperkirakan skenario dasar di angka $5.000 untuk jangka pendek, namun melihat potensi mencapai $6.000 jika Federal Reserve melakukan pemangkasan suku bunga setidaknya dua kali sebelum akhir tahun.

Faktor Utama yang Memengaruhi Prediksi

  • Safe-Haven Demand: Ketegangan di Timur Tengah, khususnya kekhawatiran gangguan di Selat Hormuz, memicu aliran dana besar-besaran ke aset aman seperti emas.
  • Kebijakan Suku Bunga Fed: Analis sangat memantau pertemuan Federal Reserve (seperti yang dijadwalkan pada 19 Maret 2026). Sinyal “hawkish” (mempertahankan bunga tinggi) dapat menekan harga kembali ke area $4.850 – $4.900, sementara kebijakan “dovish” akan mempercepat reli menuju $6.000.
  • Kekuatan Dolar AS: Penguatan dolar akibat inflasi energi (minyak di atas $100/barel) sempat menahan kenaikan harga emas di pasar spot, menyebabkan harga bergerak stabil di kisaran $5.000 – $5.200 per ons meskipun perang berlanjut.
  • Prediksi Penurunan (Skenario Bearish): Bank Prancis Natixis memperkirakan jika ketegangan segera berakhir (de-eskalasi), harga emas bisa turun kembali ke level sebelum perang di kisaran $4.600 per ons.

Posted

in

,

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *