Indeks Dolar AS (DXY) berlanjut terkoreksi di sesi Eropa hari ini, Rabu (1/4), setelah ditutup turun 0,63% pada penutupan perdagangan kemarin.
Adanya harapan bahwa perang antara Iran melawan AS/Israel tidak akan berlangsung lama, menjadi faktor utama yang mendorong penurunan indeks dolar.
Hingga pukul 15:46 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat turun 0,43% di level 99.42.

DXY terkoreksi karena adanya harapan bahwa perang di Timur Tengah tidak akan berlangsung selama seperti yang dikhawatirkan.
Namun, indeks dolar masih berada di jalur untuk mencatat kinerja kuartalan terbaiknya sejak kuartal keempat 2024, didukung oleh permintaan sebagai aset aman karena masih adanya ketidakpastian tentang berapa lama konflik ini akan berlangsung.
Presiden AS Donald Trump mengatakan kepada para penasihatnya bahwa ia bersedia menghentikan kampanye militer terhadap Iran, meskipun sebagian besar jalur penting pengiriman minyak di Selat Hormuz masih tertutup dan belum jelas kapan akan dibuka kembali, menurut laporan Wall Street Journal pada hari Senin yang mengutip pejabat pemerintah.
Namun, tanda-tanda lain menunjukkan konflik justru bisa meningkat. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan pada Selasa bahwa beberapa hari ke depan dalam perang melawan Iran akan menjadi penentu, dan memperingatkan Teheran bahwa konflik akan semakin memanas jika tidak ada kesepakatan.
“Sulit untuk mengikuti siapa yang mengatakan apa dan apa sebenarnya dampak dari pernyataan-pernyataan ini,” ujar Shaun Osborne, analis pasar mata uang di Scotiabank.
Garda Revolusi Iran merespons dengan ancaman baru, mengatakan bahwa mereka akan menargetkan perusahaan-perusahaan AS di kawasan tersebut sebagai balasan atas serangan terhadap Iran mulai hari Rabu. Mereka menyebut 18 perusahaan, termasuk Microsoft, Google, Apple, Intel, IBM, Tesla, dan Boeing.
“Pasar khawatir konflik ini bisa meluas, dampaknya makin besar serta bertahan lama. Masih banyak ketidakpastian tentang bagaimana semuanya akan berakhir,” kata Osborne menambahkan.

Leave a Reply