EUR/USD merosot tajam hari ini, Kamis (2/4), menyusul naiknya harga minyak mentah (crude oil) setelah pernyataan Trump.
Padahal, sehari sebelumnya EUR/USD sempat naik menyentuh level 1.1600.
Sementara itu, seorang pejabat ECB mengatakan, Eropa berpotensi mengalami resesi jika konflik Iran berlarut-larut dan harga minyak melonjak di atas US$150 per barel.
Hingga pukul 18:04 WIB, EUR/USD tercatat turun 0,65% di level 1.1511.

“Saat ini tidak ada yang mengatakan kita akan resesi. Namun jika perang Iran terus berlanjut dan harga minyak naik menembus US$150 per barel, tidak ada yang bisa dikesampingkan, termasuk resesi,” ujar seorang pejabat European Central Bank (ECB) Yannis Stournaras, dalam wawancara dengan radio Parapolitika yang dilansir Reuters Rabu (1/4/2026).
Secara teknikal pada chart Daily, outlook jangka pendek/menengah masih negatif. EUR/USD dapat berisiko kembali turun mendekati kisaran 1.1400.

Leave a Reply