Tekanan terhadap rupiah masih terus berlanjut pada perdagangan Selasa (7/4), di saat mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat terhadap dolar AS.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,41% atau 70 poin ke level Rp 17.105 per dolar AS.
Hingga pukul 15:35 WIB, rupiah melemah bersama peso Filipina (-0.46%), dolar Taiwan (-0,09%) dan ringgit Malaysia (-0,08%). Di sisi lain, won Korea Selatan menguat 0,77%, yuan China 0,33% dan baht Thailand 0,21%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga berlanjut melemah, seiring aksi jual investor asing dengan net sell yang mencapai Rp 1,7 triliun di seluruh pasar.
IHSG turun 0,26% atau 18,39 poin ke level 6.971,02 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 26,74 miliar saham dengan total nilai Rp 13,12 triliun. Sebanyak 407 saham melemah, 250 menguat dan 158 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 8,55%
2. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) 6,65%
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 5,66%
Top losers LQ45:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) -5,25%
2. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) -4,93%
3. PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (ADRO) -3,98%


Leave a Reply