Rupiah kembali lesu pada perdagangan Rabu (15/4) dan lagi-lagi mencatatkan rekor penutupan terlemah sepanjang masa.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,09% atau 16 poin ke level Rp 17.143 per dolar AS.
Hingga pukul 15:05 WIB sore tadi, mayoritas mata uang Asia melemah di hadapan dolar AS. Peso Filipina tercatat turun 0,37%. Disusul won Korea Selatan (-0,15%), dan dolar Hong Kong (-0,04%).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) gagal memperpanjang reli 5 hari beruntun, di tengah aksi jual investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 1,16 triliun di seluruh pasar.
IHSG terpangkas 0,68% atau 52,36 poin ke level 7.623,58 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 50,70 miliar saham dengan total nilai Rp 22,10 triliun. Sebanyak 380 saham menguat, 292 melemah dan 149 saham jalan di tempat.
Top gainers LQ45:
- PT Vale Indonesia Tbk (INCO) (5,84%)
- PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (4,85%)
- PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) (4,36%)
Top losers LQ45:
- PT Bumi Resources Tbk (BUMI) (-3,82%)
- PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) (-2,96%)
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) (-2,46%)


Leave a Reply