Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil dengan kecenderungan menguat di sesi Eropa hari ini, Senin (11/5). Namun, pergerakan masih dalam rentang yang terbatas.
Sementara itu, Selat Hormuz kembali memanas setelah Presiden AS Donald Trump dikabarkan menolak proposal Iran.
Hingga pukul 15:38 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik 0,10% di level 97,93.

Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi pada Minggu (10/5), Iran merilis tanggapan yang berfokus pada pengakhiran perang di semua lini, terutama Lebanon.
Iran juga menyertakan tuntutan kompensasi atas kerusakan perang dan menekankan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz
Irlandia juga dilaporkan menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran
Harga minyak melonjak US$ 3 per barel pada hari Senin menyusul berita tentang kebuntuan yang terus berlanjut yang menyebabkan Selat Hormuz sebagian besar tertutup.
Hingga pukul 15:38 WIB, harga minyak mentah WTI ada di posisi US$97,63 per barrel atau naik 3,11%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent ada di posisi US$103,93 atau naik 3,68%.

Leave a Reply