Gagal melanjutkan penguatan sehari sebelumnya, rupiah melemah pada perdagangan Kamia (21/5), di saat mata uang Asia lainnya bergerak bervariasi dengan kecenderungan menguat.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah ditutup terdepresiasi 0,08% atau 13,50 poin ke posisi Rp 17.667 per dolar AS.
Hingga pukul 15:10 WIB sore tadi, won Korea Selatan tercatat melemah 0,54%, disusul baht Thailad (-0,30%). Di sisi lain, rupee India menguat 0,39%. Berikutnya, peso Filipina menguat 0,21%.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali anjlok, seiring aksi jual investor asing dengan net sell yang mencapai Rp 544 miliar di seluruh pasar.
IHSG anjlok3,54% atau 223,55 poin ke level 6.094,94 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 34,97 miliar saham dengan total nilai Rp 17,67 triliun. Sebanyak 663 saham melemah, 88 menguat dan 69 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
- PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) 2,49%
- PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) 2,40%
- PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) 2,36%
Top losers LQ45:
- PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) -14,84%
- PT Darma Henwa Tbk (DEWA) -11,64%
- PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -11,05%


Leave a Reply