Indeks Dolar AS (DXY) melemah menjelang rilis data NFP yang akan dirilis malam nanti (19:30 WIB).
Sementara itu, tekanan geopolitik Timur Tengah kini membayangi pasar dengan kenaikan inflasi dan suku bunga The Fed.
Hingga pukul 16:35 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), terpantau turun 0,22% di level 99,21.

Dari Timur Tengah, ketegangan kembali meningkat setelah milisi Hizbullah yang didukung Iran menolak gencatan senjata baru di Lebanon. Sedangkan, Israel menegaskan tidak akan menarik pasukannya.
Situasi ini melemahkan upaya Presiden AS Donald Trump untuk menghentikan konflik dan membangun perdamaian dengan Teheran.
Dari sisi kebijakan moneter, Presiden Federal Reserve Kansas City, Jeffrey Schmid, mengatakan pilihan bank sentral AS kini adalah bersabar dan mempertahankan suku bunga, atau menaikkannya untuk menahan inflasi.
Presiden Fed San Francisco, Mary Daly, menambahkan bahwa jalur suku bunga akan bergantung pada perkembangan data-data ekonomi, dengan kebijakan moneter AS berada di posisi yang baik dan siap merespons naik atau turunnya ekonomi.
Pasar kini memprediksi kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun, dengan peluang 51% hingga Desember, menurut perangkat FedWatch dari CME Group.

Leave a Reply