Para pejabat European Central Bank (ECB/bank sentra Uni Eropa) memberikan isyarat yang membuka kemungkinan untuk tetap melanjutkan kenaikan suku bunga.
Tampaknya, prospek perdamaian antara AS-Iran masih belum cukup untuk mengubah arah kebijakan moneter ECB, karena dampak perang Timur Tengah sudah terlanjut menekan inflasi.
Hingga pukul 17:23 WIB, EUR/USD terpantau turun 0,09% di level 1.1597.

Melansir Bloomberg (17/6), Presiden ECB, Christine Lagarde, menilai kesepakatan damai akan menjadi kabar baik bagi perekonomian global. Namun, menurutnya, dampak lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah sudah terlanjur menekan inflasi dan ini berpotensi bertahan lebih lama.
Pasar saat ini masih memperkirakan ECB akan kembali menaikkan suku bunga deposito sebesar 25 basis poin menjadi 2,5% sebelum akhir tahun. Ekonom JPMorgan Greg Fuzesi menilai peluang tercapainya perdamaian memang mengurangi sebagian tekanan terhadap ECB, tetapi belum cukup untuk menghapus kebutuhan pengetatan kebijakan moneter.
Sementara itu, secara teknikal, outlook Daily EUR/USD masih cenderung negatif selama diperdagangkan di bawah MA-50 dan di bawah harga pembukaan bulan Juni (June Opening Price).

Leave a Reply