Setelah reli 2 hari beruntun, Indeks Dolar AS (DXY) sempat berlanjut menguat di sesi Asia, Jumat (19/6), tapi kemudian berbalik melemah tipis di sesi Eropa.
Sementara itu, kapal-kapal tanker minyak mulai kembali ramai melintasi Selat Hormuz menyusul kesepakatan damai antara AS-Iran.
Hingga pukul 16:52 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau turun tipis 0,05% di level 100,76.

Pemulihan ini di Selat Hormuz terjadi setelah AS secara resmi mencabut blokade maritim terhadap Iran seiring berlakunya kesepakatan damai sementara (interim deal) untuk mengakhiri perang di antara kedua negara.
Harga minyak WTI saat ini berada di kisaran US$75,46, turun 0,05%. Sedangkan harga minyak mentah Brent ada di posisi US$79,12, turun 0,15%.
Para pengamat menilai, dibukanya kembali Selat Hormuz yang mengontrol sekitar seperlima dari total pasokan minyak global akan dapat mengembalikan volume ekspor minyak ke level normal dalam beberapa bulan ke depan.
Meski begitu, pelaku pasar global juga masih dibayangi kekhawatiran. Di tengah berlakunya gencatan senjata ini, eskalasi militer Israel di Lebanon masih terus berlanjut. Ini memicu pertanyaan besar terkait dengan ketahanan pakta perdamaian AS-Iran.

Leave a Reply