Indeks Dolar AS (DXY) bergerak cukup stabil dengan range yang terbatas di sesi Eropa hari ini, Kamis (25/6), menjelang data inflasi (PCE Price Index) yang akan dirilis di sesi New York jam 19:30 WIB.
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY ditutup naik 0,19%. Dengan begitu, sejauh ini DXY telah membukukan reli 3 hari beruntun sejak Senin, didukung ekspektasi bahwa The Fed akan menaikkan suku bunga di semester kedua tahun ini.
Selain itu, pasar masih tidak terlalu optimis terhadap prospek perdamaian AS-Iran yang juga turut menopang USD, meski jalur di Selat Hormuz dikabarkan mulai ramai dilewati kapal-kapal tanker minyak.
Hingga pukul 14:22 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau naik 0,03% di level 101,62.

Secara teknikal, indikator RSI pada chart Daily telah berada di teritori overbought yang ekstrem. Sehingga, kewaspadaan barangkali perlu ditingkatkan untuk mengantisipasi terjadinya koreksi.
Data inflasi (PCE Price Index) AS diharapkan mampu menjadi katalis penting yang akan mempengaruhi sentimen pasar terhadap pergerakan DXY dalam jangka pendek.
Sementara itu, harga minyak mentah kini bergerak di bawah US$75 per barrel. Minyak mentah WTI sekarang berada di kisaran US$69,71 atau turun 0,21%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent kini ada di posisi US$73,05 atau turun 0,44%.

Leave a Reply