Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat di sesi Asia hari ini, Senin (13/7), seiring dengan naiknya harga minyak akibat memanasnya ketegangan di Selat Hormuz.
AS-Iran dilaporkan saling serang yang dikhawatirkan akan menyebabkan terganggunya pasokan minyak mentah dari Timur Tengah.
Sementara ini, belum ada berita terbaru yang bisa mengonfirmasi meredanya ketegangan di kawasan itu.
Sampai pukul 12:43 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF) terpantau naik 0,13% di level 101,09.

Pada saat yang hampir bersamaan, harga minyak mentah WTI kini berada di kisaran US$ 75,01 per barrel, naik 4,90%. Sedangkan, harga minyak mentah Brent ada di posisi US$ 79,76 per barrel, naik 6,00%.
Selama akhir pekan, Teheran dilaporkan memperluas serangan terhadap pangkalan militer AS yang berada di Qatar dan Uni Emirat Arab.
Sementara, AS melancarkan serangan lebih lanjut terhadap Iran, yang merupakan serangan terbaru dalam siklus serangan dan serangan balasan terkait pelayaran melalui selat tersebut.
Meningkatnya saling serang itu semakin menimbulkan keraguan terhadap masa depan kesepakatan sementara AS-Iran yang ditandatangani bulan lalu yang bertujuan untuk membuka kembali selat dan mengakhiri perang setelah 60 hari negosiasi lebih lanjut.


Leave a Reply