Umumnya trader akan menyebut EUR/GBP sebagai salah satu cross pair. Ada beberapa tips untuk pasangan mata uang ini, dimana trader profesional biasanya malah tidak membutuhkan indikator sama sekali.
Antara lain, cukup dengan memperhatikan perubahan/pergeseran (change %) pada EUR/USD dan GBP/USD, terutama di sesi Eropa dan New York.
Untuk lebih jelasnya, mari kita simak gambar yang diambil dari halaman id.investing.com.

Di sana terlihat, posisi penutupan EUR/USD (-0.01%) dan GBP/USD (+0.31%) pada akhir perdagangan Jumat (5/1/2024). Sehingga, jika kita melihat chart EUR/GBP terutama pada time frame H1, maka hampir bisa dipastikan, EUR/GBP sedang bergerak turun atau ditutup turun.
Mengapa? Karena GBP lebih perkasa terhadap USD, ketimbang EUR versus USD.
Sekarang, yang mungkin akan sangat penting adalah, bahwa kita membutuhkan acuan yang dapat digunakan sebagai tolak ukur untuk mulai mengeksekusi EUR/GBP.
Beberapa sumber menyebutkan, sebaiknya menunggu (EUR/USD atau GBP/USD) yang mana yang lebih dulu naik (+) menembus 0.20%, atau turun (-) di bawah 0.20%. Ada pula sumber yang menyarankan +0.25% atau -0.25%.
Sebagai contoh, katakanlah EUR/USD di sesi Eropa mengalami perubahan (change) +0.23%, sedangkan GBP/USD hanya +0.10%. Maka, hampir bisa diprediksi dengan kemungkinan “win” yang cukup besar bahwa EUR/GBP sedang bergerak naik.
Contoh lain lagi, misalnya EUR/USD di sesi Eropa mengalami perubahan -0.25% dan GBP/USD -0.30%. Tidak terlalu jauh selisihnya. Maka biasanya EUR/GBP masih akan bergerak sideways tapi dengan kecenderungan menguat, lantaran EUR tidak terlalu tertekan (terhadap USD) ketimbang GBP (terhadap USD).
Saran lain yang mungkin juga penting untuk diperhatikan: Jangan mengambil TP terlalu banyak. Mungkin cukup 5 s/d 10 pips saja. Ini lantaran, spread EUR/GBP yang rata-rata 3- 4 pips dan bisa melebar apabila berhadapan dengan data penting di sesi Eropa. Selain itu, volatilitas rata-rata EUR/GBP memang tidak terlalu tinggi jika dibandingkan EUR/USD dan GBP/USD.
Leave a Reply