Sistem Trading Jadul Tanpa Indikator untuk Perdagangan Emas

Dulu, mungkin sekitar tahun 2004/2005-an, sistem trading ini pernah ikut meramaikan dunia forex. Tapi kemudian menghilang seiring perjalanan waktu. Mungkin karena tanpa indikator sama sekali, sehingga dianggap terlalu sederhana. Atau bisa juga, karena dinilai sudah tidak lagi sesuai dengan perkembangan zaman.

Seperti narasi di awal paragraf, indikator teknikal tidak perlu digunakan. Kita hanya perlu memantau perjalanan harga saja. Tapi, menurut tim TemenTrading, mungkin ada baiknya menambahkan satu buah Moving Average (MA) pada time frame M5/M15 atau H1, misalnya MA-20/25/30, atau diatur-atur saja, yang penting bisa digunakan sebagai alasan penempatan posisi Stop Loss (SL) yang wajar.

Yang menjadi fokus/target adalah bilangan yang berhubungan dengan angka 1/4 (seperempat), 1/2 (setengah) dan 3/4 (tigaperempat).

Sebagai contoh, untuk tren bullish: harga emas bergerak naik dari bawah 1899 dan menembus 1901. Dari aksi harga tersebut, maka emas masih akan berisiko menjangkau 1925 (seperempat), 1950 (setengah) dan 1975 (tigaperempat).

Dari harga-harga tersebut di atas (1925, 1950, 1975), maka 1925 adalah target yang terdekat. Potensinya valid selama harga emas bergerak di atas area 1908/1910.

Selanjutnya, apa yang terjadi jika 1925 berhasil ditembus? Maka 1950 adalah target berikutnya. Potensi atau peluangnya valid apabila bergerak di atas area 1933/1935.

Berikutnya, apa yang akan terjadi jika 1950 berhasil diterobos? Pada skenario ini, maka 1975 adalah target berikutnya. Potensi atau peluangnya valid jika emas bergerak di atas area 1958/1960.

Contoh di atas adalah skenario tren bullish. Lantas, bagaimana dengan tren bearish? Mari kita simak contoh-contoh di bawah ini.

Dari atas 1901, emas turun menembus 1899. Selanjutnya, ada peluang untuk mengejar 1875 (tigaperempat), 1850 (setengah) dan 1825 (seperempat). Peluangnya valid selama harga menunjukkan tendensi untuk bergerak di bawah area 1890/1892, 1865/67 dan 1840/42.

Nah? Cukup mudah bukan? Mungkin malah bisa dibilang, terlalu mudah. Tapi seperti pada sistem trading lainnya, bukan berarti kita melupakan hal-hal yang teramat penting dalam perdagangan forex, yakni Risk Management dan Money Management. Dua hal ini yang malah sering diabaikan mayoritas trader forex.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *