Morgan Stanley: Reli Emas Belum Berakhir, Namun Momentum Berikutnya Akan Lebih Menantang

Analis Morgan Stanley sejauh ini masih mempertahankan prospek yang positif terhadap emas, tetapi juga sekaligus memperingatkan bahwa bahwa kenaikan berikutnya kemungkinan akan lebih lambat dan lebih kompleks. Ini karena kenaikan harga mulai membebani permintaan fisik, terutama dari konsumen utama seperti India dan Cina. Sementara itu, permintaan emas untuk investasi tetap kuat, tetapi penurunan posisi spekulatif dan permintaan barang perhiasan yang lebih rendah dapat memperlambat momentum tersebut.

Berikut di bawah ini adalah beberapa catatan penting dari analis Morgan Stanley:

  • Mengutip The World Gold Council (WGC), kenaikan harga emas dari $2.500 ke $3.000 adalah lonjakan yang tercepat yang pernah tercatat. Lompatan yang cepat ini kemungkinan dapat melemahkan permintaan fisik.
  • Impor emas India turun lebih dari setengahnya pada periode Januari–Februari 2025 jika dibandingkan dengan permintaan di kwartal IV (Q4) 2024.
  • Di China, Shanghai Gold Exchange (SGE) mencatat penarikan -29% YoY pada bulan Februari 2025, karena permintaan barang perhiasan menurun.
  • Posisi long atau posisi “beli” menurut catatan Commodity Exchange (COMEX) terpangkas menjadi 257 ribu lot pada pertengahan Februari. Pergeseran ini memberikan pengaruh pada pergerakan harga dalam jangka pendek.
  • Meskipun permintaan konsumen melemah, ETF flows dan pembelian bank sentral masih tetap mendukung harga emas.

Dari beberapa hal tersebut di atas, Morgan Stanley berpendapat bahwa harga emas akan terus menguat, tetapi juga memperingatkan bahwa momentumnya kemungkinan melambat setelah lonjakan yang sangat cepat.

Dengan melemahnya permintaan perhiasan dan melemahnya posisi spekulatif, reli berikutnya akan menjadi lebih terukur, meskipun investasi yang kuat dan arus bank sentral terus mendukung prospek bullish dalam jangka panjang.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *