Sempat menguat di sesi Asia, tapi kemudian Indeks Dolar AS (DXY) berbalik melemah pasca rilis data PCE Price Index AS dan komentar salah satu pejabat The Fed (bank sentral AS/Federal Reserve).
Sampai dengan pukul 21:50 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap sejumlah mata uang utama lainnya terpantau melemah 0,24% di kisaran level 104,03.

Data inflasi atau Personal Consumption Expenditures (PCE) Price Index AS yang dirilis hari ini menunjukkan bahwa inflasi inti (Core PCE) secara month-to-month (mom) di bulan Februari tercatat lebih tinggi dari ekspektasi dan data bulan sebelumnya (actual: 0.4%, expected: 0.3%, previous: 0.3%).
Namun, President & Chief Executive Officer Federal Reserve Bank of San Francisco, Mary C. Daly, mengungkapkan pada hari ini bahwa pemangkasan suku bunga sebanyak 2 kali lagi di tahun 2025, adalah tindakan yang masih masuk akal bagi bank sentral AS.
Secara teknikal, outlook Daily sejauh ini masih tetap negatif. USD rentan bearish terhadap beberapa mata uang utama lainnya (terutama EUR, GBP dan JPY) apabila DXY bergerak di bawah 105,44.
Sementara itu, level 104,09 (High 14 Maret) menjadi fokus untuk memonitor, apakah DXY masih berpeluang untuk memperpanjang recovery. Kegagalan DXY untuk mempertahankan posisi di atas 104,09 dapat berisiko mencerminkan kembalinya aksi jual USD.
Leave a Reply