Indeks Dolar AS Berlanjut Tertekan Setelah Merosot 0,48% di Awal Pekan

Indeks Dolar AS (DXY) berlanjut melemah pada perdagangan Selasa (23/12), setelah merosot tajam 0,48% di awal pekan.

DXY berada di bawah tekanan di tengah ketidakpastian geopolitik (AS-Venezuela) dan menguatnya ekspektasi bahwa The Fed masih akan memangkas suku bunga sebanyak dua kali di tahun 2026.

Sementara itu, masih ada satu data ekonomi AS penting hari ini, yakni Gross Domestic Product (GDP) yang akan dirilis jam 20:30 WIB. Sebagaimana diketahui, rilis data ini tertunda 1 bulan akibat penutupan pemerintahan (government shutdown) AS.

Hingga pukul 15:22 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), terpantau melemah 0,21% di level 98,03.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook DXY cenderung negatif dan kini berada di kisaran support kritis jangka pendek yang berada di 98,03.

Penutupan candle Daily di bawah 98,03 dapat berisiko penurunan lebih lanjut menuju 97,46 (Low 1 Oktober).

Ketegangan geopolitik kembali menjadi perhatian pasar setelah penjaga pantai AS bulan ini dilaporkan menyita sebuah supertanker bermuatan minyak Venezuela yang berada di bawah sanksi ekonomi.

Terkait dengan kebijakan The Fed, pelaku pasar masih memperkirakan dua kali pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve AS tahun depan.

Gubernur The Fed Christopher Waller, yang disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat pengganti Ketua The Fed Jerome Powell, mengatakan pekan lalu bahwa bank sentral AS masih memiliki ruang untuk menurunkan suku bunga.


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *