Rupiah kembali melanjutkan pelemahan di awal pekan, Senin (12/1), sekaligus memperpanjang tren penurunan rupiah menjadi delapan hari perdagangan berturut-turut.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,21% atau 36 poin ke posisi Rp 16.855 per dolar AS.
Trading Economics mencatat bahwa level rupiah saat ini berada pada posisi terlemahnya sejak April 2025. Mata uang Indonesia sedang menghadapi sentimen negatif di tengah prospek pelonggaran moneter lebih lanjut oleh Bank Indonesia.
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sempat dibuka menguat, tapi kemudian berbalik melemah.
IHSG turun 0,58% atau 52,03 poin ke level 8.884,72 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Top gainers LQ45:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) 10,86%
2. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) 7,04%
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 5,51%
Top losers LQ45:
1. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -7,10%
2. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) -6,58%
3. PT XL SMART Telecom Sejahtera Tbk (EXCL) -5,87%


Leave a Reply