Rupiah Spot Melemah 0,40% ke Rp 16.955 per Dolar AS; IHSG Naik 0,64% ke Level 9.133

Rupiah makin terpuruk di awal pekan, Senin (19/1), seiring meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap arah kebijakan pemerintah dan kondisi fiskal Indonesia.

Pengamat ekonomi domestik menuturkan, upaya pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 8% pada 2029 berpotensi diiringi kebijakan yang relatif tidak lazim dan menimbulkan risiko tambahan bagi stabilitas makroekonomi.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,40% atau 68 poin ke posisi Rp 16.955 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB, rupiah tercatat melemah paling dalam. Disusul, peso Filipina (-0,19%), won Korea Selatan (-0,13%) dan rupee India (-0,12%).

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) parkir di zona hijau, meskipun investor asing membukukan net sell yang mencapai Rp 708 miliar di seluruh pasar.

IHSG naik 0,64% atau 58,46 poin ke level 9.133,87 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 84,21 miliar saham, dengan total nilai Rp 35,46 triliun. Sebanyak 377 saham menguat, 318 melemah dan 110 saham stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Astra International Tbk (ASII) 4,96%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) 4,24%
3. PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) 3,60%

Top losers LQ45:

1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) -4,90%
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) -4,67%
3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) -3,06%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *