Rupiah Spot Menguat 0,12% ke Rp 16.936 per Dolar AS; IHSG Anjlok 1,36% ke 9.010

Sempat melemah, tapi akhirnya rupiah berbalik menguat cukup lumayan pada perdagangan Rabu (21/1).

Dari domestik, rupiah ditopang pernyataan Bank Indonesia (BI) yang mengatakan bahwa BI tidak akan ragu melakukan intervensi skala besar serta memanfaatkan cadangan devisa untuk menjaga stabilitas dan memulihkan nilai tukar rupiah.

Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terapresiasi 0,12% atau 20 poin ke posisi Rp 16.936 per dolar AS.

Hingga pukul 15:00 WIB, sebagian besar mata uang Asia menguat terhadap dolar AS. Won Korea Selatan tercatat naik 0,60%, disusul peso Filipina 0,31% dan yen Jepang 0,13%.

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi tajam, seiring aksi profit taking investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 1,88 trilliun di seluruh pasar.

IHSG merosot 1,36% atau 124,37 ke level 9.010,33 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).

Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 60,37 miliar saham dengan total nilai Rp 33,60 triliun. Sebanyak 546 saham melemah, 179 menguat dan 77 saham stagnan.

Top gainers LQ45:

1. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 3,64%
2. PT Vale Indonesia Tbk (INCO) 3,61%
3. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) 3,37%

Top losers LQ45:

1. PT United Tractors Tbk (UNTR) -14,93%
2. PT Astra International Tbk (ASII) -9,28%
3. PT Bumi Resources Tbk (BUMI) -6,76%


Posted

in

by

Tags:

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *