Indeks Dolar AS (DXY) dibuka dengan gap yang lebih tinggi pada hari ini, Rabu (28/1), dan kemudian bergerak cukup stabil.
Adapun pada perdagangan kemarin, DXY anjlok 1,28% usai pernyataan Trump terkait dolar.
Hingga pukul 15:16 WIB, DXY yang mengukur kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), terpantau naik 0,30% di level 96,10.

Presiden AS Donald Trump pada Selasa kemarin mengatakan nilai dolar “baik-baik saja” ketika ia ditanya apakah mata uang AS telah melemah terlalu jauh.
Komentar tersebut ditafsirkan pasar sebagai sinyal bahwa Gedung Putih tidak keberatan dengan pelemahan dolar, sehingga memicu aksi jual yang agresif.
Pernyataan Trump itu muncul saat dolar sudah berada di bawah tekanan, seiring spekulasi potensi intervensi terkoordinasi AS dan Jepang untuk menstabilkan mata uang yen.
Kyle Rodda, analis Capital-com, mengatakan: “Ini menunjukkan adanya krisis kepercayaan terhadap dolar AS. Selama pemerintahan Trump mempertahankan kebijakan perdagangan, luar negeri, dan ekonomi yang tidak menentu, pelemahan ini bisa terus berlanjut,”
Seperti diketahui, di sepanjang tahun 2025, dolar AS telah terdepresiasi lebih dari 9%. Ini adalah penurunan terbesar sejak 2017.

Leave a Reply