Melemah di sesi Eropa, Selasa (3/2), Indeks Dolar AS (DXY) sementara ini terlihat kehilangan tenaga, dibayangi potensi penutupan sebagian kegiatan pemerintah AS (partial government shutdown).
Adapun pada perdagangan kemarin atau Senin (2/2), DXY ditutup menguat 0,47%, didukung laporan Institute for Supply Management (ISM) yang menyebutkan bahwa aktivitas bisnis di sektor manufaktur berekspansi pada periode Januari 2026.
Hingga pukul 15:00 WIB, DXY yang mewakili kekuatan USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, GBP, JPY, CAD, SEK, CHF), terpantau turun 0,21% di level 97,39.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook DXY masih negatif. Tapi ada peluang untuk memperpanjang bullish jika mampu mempertahankan posisi di atas 97,18 (February Opening Price).
Pada skenario tersebut (DXY bergerak di atas 97,18) terbuka jalan untuk menguji resistance 97,75 (Low 24 Desember 2025).
Berlanjutnya penguatan DXY kemarin terjadi setelah data manufaktur dari ISM menunjukkan aktivitas manufaktur AS kembali ke zona ekspansi.
Sentimen pasar juga terbantu oleh meredanya ketegangan geopolitik, menyusul tercapainya kesepakatan dagang AS–India serta rencana dimulainya kembali perundingan nuklir antara AS dan Iran.

Leave a Reply