Rupiah berlanjut melemah di akhir pekan, Jumat (6/2), di saat mata uang Asia lainnya terpantau bergerak bervariasi terhadap dolar AS, dengan kecenderungan melemah.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,20% atau 34 poin ke posisi Rp 16.876 per dolar AS.
Hingga pukul 15:00 WIB sore tadi, rupiah melemah bersama rupee India (-0,46%), won Korea Selatan (-0,39%), dolar Taiwan (-0,04%) dan yuan China (-0,03%).
Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) lengser tajam, terdampak sentimen penurunan proyeksi peringkat utang Indonesia dari stabil menjadi negative oleh Moody’s Rating.
IHSG turun 2,08% atau 168,61 poin ke level 7.935,26 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 35,06 miliar dengan nilai transaksi Rp 18,81 triliun. Sebanyak 646 saham melemah, 107 menguat, dan 68 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) 4,07%
2. PT Merdco energi Internasional Tbk (MEDC) 3,50%
3. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) 2,74%
Top losers LQ45:
1. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) -8,46%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -7,38%
3. PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) -6,86%


Leave a Reply