Indeks Dolar AS bertahan menguat di sesi Eropa hari ini, Rabu (18/2), setelah ditutup menguat tipis 0,01% pada penutupan perdagangan kemarin.
Investor saat ini sedang bersiap menunggu rilis notulen FOMC (Federal Open Market Committee) yang dijadwalkan tengah malam nanti atau Kamis (19/2) dini hari (WIB). Notulen pertemuan para pejabat The Fed itu akan disimak untuk mencari petunjuk terbaru terkait arah kebijakan suku bunga bank sentral AS.
Investor juga menantikan rilis data PCE (Personal Consumption Expenditures) Price Index AS yang akan diumumkan Jumat (20/2). Seperti diketahui data ini adalah data yang menjadi acuan utama The Fed dalam hal mengukur inflasi.
Hingga pukul 16:18 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), terpantau naik 0,18% di level 97,27.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook DXY masih cenderung negatif. Namun, ada peluang untuk berlanjut naik lebih tinggi apabila berkonsolidasi di atas 97,18 (February Opening Price).
Sementara itu, menurut analis Commonwealth Bank of Australia, sentimen risiko yang melemah akibat kekhawatiran ketegangan geopolitik di Timur Tengah sempat menopang dolar.
Namun, laporan kemajuan dalam perundingan nuklir antara AS dan Iran membantu sedikit meredakan sebagian dari kekhawatiran tersebut.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araqchi, mengatakan hari ini bahwa kedua pihak telah mencapai pemahaman atas prinsip-prinsip utama dalam putaran kedua perundingan tidak langsung, meskipun kesepakatan final belum tercapai.
Di Jenewa, negosiator Ukraina dan Rusia juga bertemu, menyelesaikan hari pertama dari dua hari perundingan damai yang dimediasi oleh AS. Dalam perundingan tersebut, Presiden AS Donald Trump dikabarkan mendesak Kyiv agar segera mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang telah berlangsung selama empat tahun.

Leave a Reply