Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat di sesi Eropa hari ini, di tengah kekhawatiran investor atas makin memanasnya konflik terbuka antara Iran dengan AS-Israel.
Sejumlah pengamat menilai, perang terbuka itu dapat berisiko memperluas konflik ke wilayah sekitarnya yang berujung memicu inflasi secara global. Ini akibat terhambatnya pasokan minyak mentah dari Timur Tengah yang berpotensi mendorong harga minyak mentah dunia bergerak naik.
Hingga pukul 17:21WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik 0,54% di level 98,17.

Secara teknikal pada chart Daily, pergerakan di atas kurva MA-50 memperbesar peluang untuk bergerak lebih tinggi menuju resistance 98,99 (Low 13 November 2025).
Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan, serangan militer AS-Israel dapat berlanjut selama beberapa minggu ke depan. Ini berarti gangguan berkepanjangan terhadap lalu lintas kapal-kapal pengangkut minyak melalui Selat Hormuz.
Serangan Iran pada hari Minggu dikabarkan telah merusak tiga kapal tanker dan menewaskan satu pelaut, sementara serangan awal menyebabkan sekitar 200 kapal tanker berlabuh di dekat Selat untuk menghindari risiko.
Sementara sumber-sumber Reuters mengatakan bahwa mereka memperkirakan tarif angkutan tanker akan melonjak karena hal tersebut.

Leave a Reply