Rupiah tidak berdaya pada perdagangan di awal pekan, Senin (2/3), sejalan dengan mayoritas mata uang Asia lainnya menyusul memanasnya konflik di Timur Tengah.
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,48% atau 81 poin ke level Rp 16.868 per dolar AS.
Hingga pukul 15:12 WIB sore tadi, won Korea Selatan tercatat merosot 1,51%. Disusul, baht Thailand (-1,35%), peso Filipina (-0,90%), ringgit Malaysia (-0,89%), dan yen Jepang (-0,69%).
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga terdampak sentimen negatif perang di Timur Tengah, dengan investor asing yang membukukan net sell senilai sekitar Rp 631 miliar di seluruh pasar.
IHSG anjlok 2,65% atau 218 poin ke level 8.016,83 pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 56,21 miliar dengan nilai transaksi p 29,56 triliun. Sebanyak 671 saham melemah, 108 menguat dan 41 saham stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) 15,65%
2. PT Adar Andalan Indonesia Tbk (AADI) 7,03%
3. PT Aneka Tambang Tbk (ANTM) 5,98%
Top losers LQ45:
1. PT Mitra Adiperkasa Tbk (MAPI) -10,45%
2. PT Barito Pacific Tbk (BRPT) -9,05%
3. PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) -7,29%


Leave a Reply