Indeks Dolar AS (DXY) bertahan menguat di sesi Eropa, Senin (9/3).
Sementara itu, harga minyak mentah dunia telah menembus level US$ 100 per barel di awal pekan, seiring meluasnya perang AS-Israel VS Iran.
Hingga pukul 16:30 WIB, DXY yang mewakili kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat naik 0,52% di level 99,36.

Secara teknikal pada chart Daily, outlook jangka pendek positif. Namun sejauh ini, level 99,49 masih membatasi kenaikan DXY. Sehingga, dibutuhkan penutupan candle Daily di atas 99,49 untuk menegaskan bias bullish.
Sementara itu, kekhawatiran akan semakin ketatnya pasokan dan gangguan berkepanjangan terhadap pengiriman melalui Selat Hormuz, telah mendorong harga minyak mentah dunia naik signifikan.
Seperti dilansir Reuters, Senin (9/3), harga minyak mentah Brent sempat melonjak hingga US$ 18,35, atau 19,8% menjadi US$ 111,04 per barel dan naik US$ 14,38 atau 15,5% menjadi US$ 107,07 pada pukul 23:14 GMT.
Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) AS naik $ 15,27, atau 16,8%, menjadi US$ 106,17, setelah sebelumnya naik hingga US$ 20,34, atau 22,4%, menjadi US$ 111,24 pada awal sesi perdagangan.
Harga minyak Brent naik 27% dan WTI naik 35,6% pekan lalu, sebelum lonjakan terbaru ini.

Leave a Reply