Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sama-sama terpuruk di akhir pekan, Jumat (13/3).
Berdasarkan data Bloomberg, nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup terdepresiasi 0,38% atau 65 poin ke posisi Rp 16.958 per dolar AS.
Hingga pukul 15:15 WIB sore tadi, seluruh mata uang Asia tidak berdaya di hadapan dolar AS. Dolar Taiwan tercatat melemah 0,67%, disusul won Korea Selatan (-0,58%), peso Filipina (-0,57%), baht Thailand (-0,51%), rupee India (-0,28%), ringgit Malaysia (-0,27%), yuan China (-0,26%) dan dolar Singapura (-0,18%).
IHSG juga merosot tajam, seiring aksi jual investor asing dengan net sell yang mencapai Rp 117 miliar di seluruh pasar.
IHSG merosot 224,90 poin atau 3,05% ke level 7.137,21 pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Total volume perdagangan saham di BEI hari ini mencapai 28,14 miliar saham, dengan total nilai Rp 13,55 triliun. Sebanyak 629 saham melemah. Hanya 104 saham yang menguat. Sisanya, 86 saham terpantau stagnan.
Top gainers LQ45:
1. PT Alamtri Minerals Indonesia Tbk (ADMR) (3,19%)
2. PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) (1,97%)
3. PT Surya Citra Media Tbk (SCMA) (0,79%)
Top losers LQ45:
1. PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) (-11,47%)
2. PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) (-10,41%)
3. PT Indosat Tbk (ISAT) (-6,54%)


Leave a Reply