Indeks Dolar AS (DXY) terkoreksi dari reli 4 hari beruntun setelah ditutup turun 0,67% pada perdagangan kemarin.
Sementara itu, investor bersiap menantikan keputusan kebijakan moneter Tge Fed yang akan digelar Kamis (19/3) dini hari (WIB), di tengah makin memburuknya perang di Timur Tengah.
Hingga pukul 15:57 WIB, DXY yang mengukur kinerja USD terhadap 6 mata uang utama lainnya (EUR, JPY, GBP, CAD, SEK, CHF), tercatat turun tipis 0,02% di level 99,80.

Pada chart Daily, meski DXY terkoreksi, outlook jangka pendek DXY tetap positif dan punya peluang memperpanjang bullish selama masih mempertahankan posisi di atas 99,49 (High 15 Januari).
Sementara itu, investor memilih menunggu sambil menimbang dampak ekonomi dari konflik di Timur Tengah, menjelang serangkaian keputusan kebijakan bank sentral pekan ini, termasuk keputusan The Fed (Federal Reserve/bank sentral AS).
Perang Iran – AS/Israel kini memasuki pekan ketiga dengan eskalasi yang kian memburuk.
Presiden AS Donald Trump dikabarkan kembali menyerukan negara-negara lain untuk membantu AS membuka kembali Selat Hormuz, namun mengeluh tidak ada yang bersedia membantu.
Selat Hormuz merupakan jalur vital bagi distribusi minyak dunia. Tapi jalur ini praktis tertutup bagi sebagian besar lalu lintas tanker minyak sejak serangan militer oleh AS dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari lalu.

Leave a Reply