Emas Merosot Di Tengah Tensi Geopolitik & Turunnya Ekspektasi Suku Bunga

Sejak awal Maret 2026, harga emas di pasar spot sejauh ini terkoreksi tajam di tengah tensi geopolitik global masih tinggi dan seiring dengan turunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga acuan Federal Reserve (The Fed/bank sentral AS).

Hingga pukul 18:40 WIB pada hari ini, Kamis (19/3), emas spot (XAU/USD) terpantau turun 2,90% di level 4678.

Sejumlah analis mengatakan, pelemahan harga emas terutama dipicu oleh penguatan dolar AS, ditambah dengan menurunnya ekspektasi pemangkasan suku bunga oleh The Fed.

Selain itu, harga emas yang sudah naik cukup tinggi sejak awal tahun, mendorong sebagian investor melakukan aksi profit taking. Investor pun cenderung menunggu momentum yang lebih tepat untuk kembali masuk ke pasar.

Meski begitu, para pengamat sepakat, reli emas belum sepenuhnya berakhir. Secara fundamental jangka panjang, kenaikan harga emas masih ditopang oleh permintaan bank sentral global.

Pelemahan saat ini dinilai lebih mempengaruhi jangka pendek hingga menengah. Sedangkan, dalam jangka panjang, arah harga emas akan sangat bergantung pada perkembangan geopolitik, khususnya durasi konflik serta pergerakan harga minyak dunia.


Posted

in

by

Comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *